Beberapa video yang kini viral di media sosial menunjukkan penampilan band ternama di tengah Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang digelar di Bandung, Jawa Barat. Kejadian ini memicu gelombang kritik publik soal penggunaan anggaran dan ketepatan konteks hiburan dalam kegiatan pemerintahan. Berikut penjelasan lengkap dan detailnya dari sisi acara, klarifikasi panitia, reaksi publik, serta kontroversi yang muncul. IDN Times Banten+1
1. Video Viral: Band Repvblik Menghibur Pejabat Pemkab Tangerang
Beberapa video pendek yang beredar di media sosial memperlihatkan band papan atas, Repvblik, tampil di acara Rakor Pemkab Tangerang di sebuah hotel di Bandung. Potongan video ini menunjukkan suasana hiburan yang sempat membuat netizen bertanya soal relevansi dengan tujuan sebenarnya dari rakor tersebut. IDN Times Banten
Unggahan video juga sempat viral di shorts platform dan reel Instagram, menjadi perbincangan hangat karena latar acara yang seharusnya fokus pada evaluasi dan koordinasi kinerja pemerintahan. Instagram
2. Konteks Acara: Rakor Kinerja OPD yang Diperluas
Rakor yang dimaksud adalah Rapat Koordinasi Kinerja Semester II Tahun 2025 yang digelar oleh Pemkab Tangerang di Hotel Holiday Inn Pasteur, Bandung, dari 11 hingga 13 Desember 2025. Tujuan utamanya adalah membahas evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bappeda, BPKAD, Inspektorat, dan BKPSDM. IDN Times Banten
Menurut panitia, acara ini sudah direncanakan jauh hari dengan berbagai agenda di luar rapat teknis, termasuk talkshow narasumber Kemendagri dan LKPP, pemaparan OPD, serta penganugerahan award untuk ASN dan Musrenbang. Hiburan band dinilai mereka hanya sebagai penutup dari rangkaian kegiatan. IDN Times Banten
3. Penjelasan Panitia tentang Hiburan Band
Ketua panitia acara, Fahmi Faisuri — yang juga Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang — menyatakan bahwa konser band Repvblik bukan kegiatan utama dan sudah tersusun dalam rencana kegiatan keseluruhan. Ia mengklaim bahwa biaya untuk band termasuk dalam kontrak Event Organizer (EO) yang telah melalui mekanisme resmi e-katalog pemerintah. IDN Times Banten
Fahmi juga menegaskan bahwa biaya band bukan tarif komersial standar, melainkan “harga teman” karena hubungan EO dengan pihak band, dan semua pengadaan sudah sesuai dengan aturan e-katalog. Selain itu, dia mengatakan bahwa rakor ini juga telah dirancang untuk efisiensi dengan menggabungkan empat kegiatan sekaligus. IDN Times Banten
4. Kritik Publik dan Sorotan Warganet
Video penampilan band ini memicu kecaman publik, terutama di media sosial. Warganet menilai kegiatan seperti ini tidak selaras dengan tujuan rakor yang diharapkan fokus pada peningkatan kinerja pemerintahan. Kritik utamanya ada pada prioritas anggaran yang digunakan untuk hiburan, yang dianggap kurang tepat di tengah kebutuhan publik untuk layanan dasar seperti infrastruktur. IDN Times Banten
Beberapa komentar bahkan menyebut bahwa penggunaan anggaran untuk band berbayar dalam konteks rapat pemerintahan kurang pantas dan menilai ini sebagai bentuk ketidaksensitifan terhadap isu prioritas rakyat. IDN Times Banten
5. Pemkab Tangerang Minta Maaf dan Klarifikasi Lanjutan
Menanggapi viralnya video tersebut dan kritik yang datang, Pemkab Tangerang melalui panitia meminta maaf kepada masyarakat. Fahmi Faisuri menyatakan bahwa jika publik merasa kegiatan tersebut tidak tepat, mereka menerima kritik tersebut sebagai masukan dan akan menjadi bahan evaluasi di masa mendatang. IDN Times Banten
Pernyataan permohonan maaf ini juga menekankan bahwa acara tersebut tetap merupakan rangkaian kegiatan pemerintahan, bukan semata hiburan semata. IDN Times Banten
6. Implikasi dan Diskusi Publik
Kasus video band ini mencerminkan ketegangan antara kebijakan penggunaan anggaran publik dan persepsi masyarakat terhadap prioritas kegiatan pemerintah. Kejadian ini memicu perdebatan lebih luas soal bagaimana pejabat daerah harus menyelenggarakan kegiatan resmi tanpa menimbulkan kesan pemborosan atau ketidakterhubungan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks efisiensi belanja daerah. Berita Tangerang Lensametro.com
Kesimpulan
Video konser band Repvblik yang viral di tengah Rakor Pemkab Tangerang di Bandung menarik perhatian publik karena dianggap kurang relevan dengan tujuan utama rapat koordinasi. Pihak panitia menjelaskan bahwa penampilan band merupakan bagian hiburan dalam rangkaian acara, dan seluruh pengadaan dilakukan melalui kanal resmi e-katalog. Meskipun begitu, pemerintah daerah meminta maaf atas persepsi negatif publik dan menyatakan akan mempertimbangkan kritik tersebut untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa depan. IDN Times Banten